Akademisi Poltekkes Bhakti Mulia Sukoharjo Berikan Paparan Tentang Dunia Kerja Di Era Gen Z Untuk Guru dan Komite SMKN 6 Sukoharjo

SUKOHARJO – Bambang Eka Purnama Akademisi Poltekkes Bhakti Mulia didaulat menjadi narasumber di SMKN 6 Sukoharjo berikan paparan mengenai dunia kerja di era Gen Z untuk guru dan Komite Sekolah. Tema ini diangkat karena terjadi disparitas yang luar biasa antar generasi yang perlu diketahui oleh pendidik dan komite sekolah.

Siswa didik yang lahir di era serba canggih ini akan punya kecenderungan kuper atau kurang pergaulan. Hal ini disebabkan karena lebih akrab dengan gawai yang digenggamnya. Ada banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari kondisi ini. Diantaranya adalah anak menjadi tidak tahu pergaulan dengan sesama kerabatnya. Kesehatan mata menjadi terganggu karena radiasi dan cahaya layar gawai. Gangguan komunikasi juga sangat mungkin akan terjadi.

Komite Sekolah SMKN 6 Sukoharjo dihadirkan karena generasinya yang sudah menjadi orang tua bahkan sudah menimang cucu perlu mendapatkan wawasan agar tidak terjadi gap yang jauh dengan Gen Z sehingga orang tua ini masih cakap bisa berkomunikasi dengan anak dan cucunya. Demikian juga para guru bisa memahami kondisi siswa dan bisa mengatasi jika terjadi masalah dengan siswanya.

Dalam kesempatan ini Bambang Eka Purnama memaparkan ada banyak sekali pekerjaan yang hilang di era Gen Z misalnya sulih suara atau voice over yang mulai digantikan dengan audio Artificial Intelegence yang dulu belum ada. Kini banyak sekali bermunculan pekerjaan baru yang menjadi varian dari berabagai rumpun ilmu. Ini semua jangan sampai menjadi gap dan penghalang namun harus dijadikan muatan baru untuk menghasilkan kemanfaatan yang lebih papar Bambang.

Hoby yang dimiliki siswa didik seharusnya diarahkan sehingga hoby mereka ini bisa menghasilkan pendapatan yang bagus dan menjadi passive income. Misalnya menjadi infulencer, menjadi Youtuber, menjadi affiliator yang aktivitas ini bukan saja bisa mengalihkan dampak negatif gawai namun juga bisa menjadi produktif dan konstruktif. Jika ini bisa dilakukan siswa SMK dengan baik maka predikat penyumbang pengangguran terbanyak dari SMK pasti akan sirna.

Saat dikonfirmasi awak media Bambang mengatakan bahwa kampus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan hasilnya harus diimplementasikan ditengah masyarakat baik industri maupun UMKM. Jika sinergi ini bisa berjalan beriringan dengan baik maka perputaran ekonomi pasti akan menggeliat dan akan ada kesejahteraan baru dari cara yang baru bagi masyarakat.

Lebih jauh Bambang mengatakan bahwa untuk alasan ilmu maka harus dilakukan karena hanya dengan cara inilah jarak dunia kampus, sekolah dan stakeholder akan terjembatani dengan baik. Bambang berharap dirinya masih bisa terus membangun komuniaksi dan silaturahmi dengan banyak fihak untuk bisa lebih memberdayakan kemanfaatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *